widgets

Thursday, June 12, 2014

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Implementasi kurikulum 2013 hingga saat ini masih ada yang membingungkan bagi warga sekolah. Belum semua guru mendapatkan pelatihan terkait implementasi kurikulum 2013 ini. Bahkan yang sudah mengikuti pelatihan saja masih banyak yang bingung untuk menerapkan implementasi kurikuum 2013. Sebagai contoh, dalam pelaksanaan kurikulum 2013 pembelajaran saintifik belum dapat dilaksanakan sesuai dengan kehendak kurikulum ini. Tidak sedikit guru yang menyanyikan lagu " AKU MASIH SEPERTI YANG DULU" meskipun sudah mendapat pelatihan bahkan telah lulus IN.

Kebingungan kedua yang hingga saat ini muncul dimana-mana adalah masalah sistem penilaian RAPORT KURIKULUM 2013 yang cukup memberatkan guru dalam menulisnya. Bisa dibayangkan kalau setelah Ulangan Akhir Semester (UAS) hanya ada waktu 1 minggu, dan itu juga digunakan guru untuk mengoreksi hasil UAS bisa dimungkinkan waktu untuk menulis raport hanya ada sekitar 3 sampai 4 hari. Sedangkan yang ditulis deskripsinya untuk 10 mata pelajaran saja bisa mencapai 3 halaman. Hitungannya begini, 1 mata pelajaran ada 3 deskripsi yang harus ditulis yakni nilai Pengetahuan, keterampilan, dan sikap; sehingga untuk 10 mata pelajaran ada 30 deskripsi yang harus ditulis. Jika dalam 1 deskripsi mencapai 3 baris, maka untuk menuliskan deskripsi 1 siswa akan mencapai 90 baris yang diperkirakan bisa mencapai 4 halaman. hl ini belum nilai yang lain termasuk data diri dan cover sehingga akan mencapai 6 halaman. Kalau 1 kelas 32 siswa maka sang wai kelas akan menuliskan 192 halaman. Apa mungkin ini bisa diselesaikan dalam waktu 4 hari? Berapa honor para wali kelas ini? tapi ini tentu ada solusinya DISINI

Kebingungan yang ketiga adalah masalah penilaian yakni masalah nilainya sendiri. untuk nilai pengetahuan dan keterampilan ada rentang yang sudah ditentukan:

No.
SKOR
Nilai
1
0.00   ˂    skor   ˂   1,00
D
2
1,00    ˂    skor     ≤     1,33
D+
3
1,33   ˂      skor     ≤     1,66
C-
4
1,66   ˂      skor    ≤     2,00
C-
5
2,00   ˂      skor    ≤     2,33
C+
6
2,33     ˂      skor    ≤     2,66
B-
7
2,66     ˂     skor     ≤     3,00
B
8
3,00    ˂      skor    ≤     3,33
B+
9
3,33    ˂      skor     ≤     3,66
A-
10
3,66    ˂      skor     ≤     4,00
A-

 Artinya jika nilai akhir siswa diperoleh 3,25 maka akan mendapat nilai B+ dan siswa yang mendapat nilai 3,31 juga akan mendapat nilai B+. Namun dibingungkan lagi adanya konversi nilai sesuai permen 81A:

Predikat
Nilai Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
A
4
4
SB
A -
3.66
3.66
B +
3.33
3.33
B
B
3
3
B -
2.66
2.66
C +
2.33
2.33
C
C
2
2
C -
1.66
1.66
D +
1.33
1.33
K
D
1
1

bahwa B+ itu sama dengan 3,33. Sehingga nilai 3,25 dengan 3,31 akan dikonversi menjadi nilai 3,33. Secara matematis hal ini sepertinya aneh. Kenapa tidak nilai aslinya saja sehingga meskipun sama-sama dapat B+ tapi kemampuannya terlihat ada perbedaan. Kalau dikonversi dari 3,25 menjadi  3,33 dan 3,31 menjadi 3,33 maka nilai 3,25 akan sama dengan nilai 3,31.

Dan dari beberapa informasi di berbagai daerah ternyata nilai yang digunakan berbeda-beda, ada yang menggunakan nilai konversi (81A)  ada juga yang bertahan menggunakan nilai aslinya.

Untuk download Surat Edaran Implementasi kurikulum 2013 silahkan klik di download di bawah ini.
DOWNLOAD 


No comments:

Post a Comment

Terimakasih, Semoga bermanfaat untuk orang banyak...